Harta Memajukanku

Kemarin sore, Ahad (29 Juni 2008), aku mendengarkan rekaman pengajian (Ust. Luthfie, Banjarmasin). Beliau menyampaikan tausiyahnya. Ada secuplik kisah yang bisa menjadi hikmah bagi yang memikirkannya. “Bukankah berbeda bagi orang yang memikirkannya?”

Ada satu kalimat yang membuat protes salah satu yang hadir. Ustadz berbicara sampai pada kalimat “HARTA ANDA TIDAK MEMAJUKAN ANDA SEDIKITPUN DUNIA DAN AKHIRAT”.

Seorang laki2 paruh baya, memprotes” Wahai ustadz, aku tidak setuju apa yang Anda sampaikan! Karena hari ini aku membuktikan hartaku memajukan derajatku.”

Ustadz : “Apa yang terjadi?”

Laki2 penanya : ” Sejak dewasa aku adalah org yang tidak pernah terlambat datang sholat jum’at, untuk mendapatkan shof pertama. Tetapi Jumat ini karena sesuatu hal,aku terlambat. Dan mendapatkan shof yang kedua. Kemudian aku mengeluarkan uang (lebih dari 100rb), dan aku berikan pada orang (yang mungkin lebih miskin) yang berada di shof pertama. Orang tersebut, setelah kuberi uang langsung mundur, dan aku mendapat shof pertama.”

Ustadz: “Hubungannya?”

Penanya : “Bukankah hartaku telah, mengangkat derajatku dunia dan akhirat? Kita semua sepakat, bahwa sholat jumat di shof pertama derajatnya lebih tinggi?”

Ustadz : “Saudaraku…coba pikirkanlah lagi apa yang kau alami..”

Penanya : “???…”

Ustadz : ” Saat uang ada di kantongmu, Anda ada di shof berapa?”

Penanya : “Dua..”

Ustadz : “Saat uang anda keluarkan, berarti tidak ada di kantongmu lagi. Anda di shof berapa?”

Penanya : “Satu..”

Ustadz : “Artinya saat tidak ada uang di kantong Anda (Harta tidak ada lagi), derajat Anda malah naik berada di shof pertama.”

Akhirnya ustadz memberikan penjelasan, saat harta ada pada diri kita, memang belum bisa memajukan diri kita dunia dan akhirat. Yang memajukan Anda, adalah saat anda keluarkan harta itu, berubah menjadi amal (sodaqoh, infaq dll). walaupun secara duniawi harta anda akan menyusut/berkurang/habis. Artinya anda sudah mengorbankan harta anda (harta tidak ada lagi/berkurang), untuk memajukan diri Anda di hadapan Allah Azza Wa Jalla.

Leave a Reply